Zona nyaman, Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Meninggalkannya

Apa yang ada di bayangan kalian mengenai zona nyaman? Kalau saya sih habituasi. Semua nya berjalan sama dan berulang. Bagi saya, zona nyaman terkesan statis, kurang dinamis, kurang challenging namun disisi lain, stress free zone. Gak membuat kita capek-capek mikir. Ibarat kata hidup santai kayak di pantai, selow kayak di pulauw😄. Kondisi ini yang sering kali membuat berat hati untuk keluar dari zona nyaman.

Kalau ditanyain sama otak, sebenarnya dianya tidak menginginkan perubahan 😄 dikarenakan level stress kita sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali, semua hal kita telah paham bagaimana kerja dan ritmenya. Sebaliknya, kalau di hadapkan dengan perubahan, otak jadi bekerja lebih keras, dipaksa untuk berpikir,memprediksi segala kemungkinan terburuk. “Bagaimana kalau  begini?” Lalu “kalau terjadi begitu gimana?”, pertanyaan sejenis ini sering  bergantian muncul di pikiran, segala prediksi ingin di antisipasi. Dikarenakan si otak dipaksa untuk bekerja keras, akhirnya kondisi stress seringkali muncul.

Stress yang muncul ini ada 2 bentuk, ada yang dalam bentuk distress dan eustress. Apa itu distress? Stress negatif, yang memunculkan rasa kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Distress ini, jika tidak segera diatasin, biasanya akan berdampak kepada kesehatan fisik seseorang seperti mengalami insomnia, sakit kepala dan masalah pencernaan.

Kabar baiknya, tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman mengalami distress, beberapa berhasil mengelola nya dan mengalami kondisi eustress. Eustress adalah stress positif, yang membuat orang menjadi lebih produktif, lebih fokus, semangat dan termotivasi. mereka bukan hanya menemukan cara mengatasinya,tetapi juga mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Bagaimana kamu mengelola stress mu saat keluar dari zona nyaman, agar distress mu berubah menjadi eustress.

Prepare for the worst

Belajar menerima kenyataan terburuk. Hal ini bukan untuk menambah kecemasan, tetapi untuk menyiapkan perencanaan, action plan. Mengajak otak untuk aktif bekerja menyiapkan plan A, plan B, atau plan C, jika plan A tidak bekerja.

If you aim high, you set yourself up to fall far

Isa Adney, success magazine

Percaya akan kemampuan diri sendiri.

Bergaul dengan orang-orang  inspiratif yang berani mengambil langkah keluar dari zona nyaman dan sukses mengatasinya. Jadikan sebagai motivasi, sehingga mengubah persepsi kalau keluar dari zona nyaman bukan akhir dari segalanya melainkan awal untuk tantangan dan pembuktian lainnya.

Open minded

Mempersiapkan diri dan belajar menjadi individu yang open minded, terbuka dan tidak baperan terhadap kritik. Mengetahui kekurangan dan bersedia menerima masukan adalah kunci untuk self growth.

Identifikasi hal-hal apa yang menjadi ketakutan- ketakutan mu dan coba mengatasinya.

Coba lah untuk mengenali dirimu, lakukan riset untuk memahami ketakutan mu, karena kadang ketakutan tersebut berasal dari hal-hal yang belum diketahui. Tantang dirimu untuk mengatasinya step by step, dengan begitu kamu akan familiar dengan sumber ketakutanmu. Akhirnya, reward dirimu saat berhasil menaklukan apa yang menjadi ketakutan mu tersebut.

Nah, selamat mencoba dan  selamat menikmati petualanganmu dan hal-hal  baru diluar zona nyaman mu. 

Referensi :

https://www.success.com/when-you-aim-high-you-set-yourself-up-to-fall-far-heres-why-its-worth-it/

13 thoughts on “Zona nyaman, Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Meninggalkannya

  1. Meninggalkan zona nyaman itu nggak enak. Ada dilema: antara penasaran & tertantang sama takut nanti kalau ada apa-apa. Dulu waktu mau merantau karena diterima kerja, aku juga merasakan ini: di sana nanti ada apa ya..ternyata malah ketemu sama keluarga baru. Memang awalnya nggak nyaman, tapi ternyata ketika lihat dari sudut pandang yg beda & mencoba berbaik sangka, kita malah ketemu hal yang justru sangat baik 🙂

    Liked by 1 person

  2. Sebenarnya secara naluri kita gak mau ya mbak keluar dari zona nyaman, hanya saja terkadang rasa keingintahuan kita yang besar mendorong kita untuk bisa “nyobain” pengalaman baru juga. Tapi ya tadi, harus prepare for the worst, biar ga kelabakan, hihi

    Liked by 1 person

  3. Iya kadang kalau disuruh mama ikut lomba menulis ada perasaan malas, khawatir, cemas ngga bisa nulis dan takut kalah..tapi begitu selesai rasanya puas..ternyata bisa kalau mau dicoba..

    Liked by 1 person

  4. Yg kurasakan adalah hidupku 50% zona nyaman dan 50% tidak nyaman. Alhamdulillah kedua kondisi berjalan seimbang. Sebagai pekerja lepas yg penghasilannya naik turun, itu zona tidak nyaman. Tapi karena ini sudah berjalan 20 tahun, timbul suasana nyaman karena sudah beradaptasi 😄 jadi yah antara nyaman dan tidak nyaman itu silih berganti dan seimbang

    Liked by 1 person

  5. Selalu dihadapkan dalam kondisi diluar zona nyaman ketika harus mutasi dan berpindah lokasi kerja. Hal ini diKarenakan harus adaptasi dan beberes yg melelahkan. Tp setelah beberapa kali dijalani uda mulai terbiasa, malah kalo kelamaan disatu tempat jadi penasaran kepingin di mutasi ketempat yg baru lagi dengan alasan mumpung masih muda cari pengalaman baru. 😁

    Liked by 1 person

  6. Kalau berhasil keluar dari zona nyaman, itu pasti happy banget karena bisa bertahan di situasi yang bahkan kita sebelumnya ngga tau. Ada plus minusnya ya Mbak, untuk stay atau out of the box

    Like

  7. MEmang keluar dari zona nyaman itu suatu langkah besar. Ga berani, deg2an, banyak takutnya, banyak khawatir. Tapi kalau udah berhasil keluar dari zona nyaman insyaAllah berasa bisa naklukin dunia ga sih? hehehe…. JAdi lebih pede melangkah…

    Like

  8. Kadang emang suka cemas sama yang namanya keluar dari zona nyaman. suka sakit kepala (jadi distress). Tapi caraku biar jadi Eustress itu ya nerima aja, lebih ke pasrah tapi tetap dijalanin sepenuh hati.

    Capek ya nikmatin capeknya, kesel juga nikmatin aja. Itu cara aku sih xD. Aku setuju soal open minded, prepare for the worst, dan percaya kemampuan diri. Emang harus dari diri sendiri dulu

    Like

  9. kelamaan berada di zona nyaman juga membuat orang kurang peduli dengan sesama iya, Mbak… tetapi banyak orang yang takut keluar dari zona nyaman hanya karena takut susah, takut hal-hal yang mengejutkan alam hidup..
    Terima kasih sudah berbagi, salam hangat selalu..

    Liked by 1 person

Leave a Reply to Sulfina Tanjung Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: