Tips Menjadi Emak Para Homeschooler Dadakan (di masa pandemi)

Pandemi gini salah satu event yang paling stressfull bikin naik sasak emak-emak,  ya mendampingi anak-anak sekolah.  Apalagi moment nya berkepanjangan, lelah batin deh pokoke😄.Kalau anak-anak sudah lebih besar, bisa emaknya  sedikit bernafas lega karena sudah lebih mandiri. Nah, ini yang punya anak cilik-cilik, lebih dari satu pulak 😆😆😆  bikin emaknya wajib geser posisi sedikit biar point of viewnya beda, biar lebih banyak bersyukurnya daripada mengeluhnya.

Semua butuh waktu untuk belajar, awal-awal emang super panik, manajemen waktu berantakan. Seiring dengan berjalannya waktu, pihak sekolah juga banyak perbaikan, jadi lebih mudah beradaptasi.


Tips ala2 emak grumpy dalam me manage waktu dengan para homeshooler dadakan:

  1. Analisa waktu, buat jadwal dong pastinya.  Ini jadwal buat ibu nya ya karena bukan hanya anak nya yang dituntut untuk mengatur waktu, ibunya juga harus jago.
  2. Batching, membagi2 kerjaan rumah tangga.  Jangan di kerjakan semua pada satu hari. Senin masak untuk beberapa hari ke depan,😀, selasa khusus nyetrika, dan selanjutnya. 
  3. Let the kid help you doing the chores.. oh wajib ni. Gunakan semua resources yang ada di rumah, otherwise muncul tanduk emak😂. Bahkan untuk mendampingi adeknya kelas online, saya juga, mengandalkan anak-anak yang lebih besar.  Berulangkali diingatkan bahwa kita satu keluarga adalah tim, sekecil apapun kontribusi mereka sangat bermanfaat di dalam sebuah tim.
  4. Online shopping kalau memang punya pilihan, kurang2in hobi cuci mata ke pasar atau ke mall. 
  5. Anak-anak diminta untuk membuat jadwal Agar  fokus saat belajar.  Jangan lupa masukkan  waktu bermain. Silahkan gunakan waktu sebaik2 nya. Jangan berusaha untuk menjadi multitasker. Cos it wont effective.
  6. Jangan terlalu saklek dengan target sekolah (eh ini saya loh😄).  Atau terlalu mengikuti pace sekolah yang kecepatannya pakai gigi 4, belum selesai bahasan satu sudah pindah ke bahasan lain. Kalau anak belum bisa, ajarkan terus hal yang sama berulang-ulang. Lupakan target sekolah, kalau di complain silahkan gunakan hak jawab kita sebagai emak2.
  7. Menerima dan memaafkan diri atas ketidaksempurnaan. Kalau ada tugas2 yang tidak bisa terkumpulkan tepat waktu.
  8. Sediakan  waktu untuk menjalankan hobi atau tenang sejenak  dalam kesendirian. Misalnya bangun lebih awal untuk menikmati 10 menit in silence yang sangat berharga. Meski singkat tetapi penting untuk me recharge pikiran, mood, introspeksi diri dan memperbaiki kesehatan mental.

Sejatinya semua keluarga pastinya punya coping dan cara bahagia masing-masing. Yang wajib, pastinya selalu bersyukur untuk setiap keadaan. Tetap Pastikan kita telah berada di jalur yang terbaik untuk keluarga masing-masing, tidak harus sama, apalagi membandingkan dengan oranglain  Tetap melakukan hal-hal yang rasional untuk anak-anak kita, sambil terus melakukan kegiatan yang membuat ruang mental dan emosional  stabil dan baik2 saja, karena kita sejatinya tengah berada di lintasan marathon  panjang, yang kita sendiri belum tahu dimana akan berakhirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: