Belajar Menjadi Good Reader Dengan Strategi VIPER

Di sekolah anak-anak saya, para guru dan pengurus sekolah biasanya rutin mengadakan coffee morning, kegiatannya adalah mengedukasi dan membekali orangtua anak-anak dengan informasi baru. Salah satunya, bagaimana meningkatkan minat baca pada anak dan mendapatkan pemahaman anak terhadap buku yang mereka baca. Sebagai orang Indonesia, saya awalnya kurang tertarik dengan Bahasan ini tetapi setelah mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana menstimulasi kegiatan membaca yang ideal, topik ini menjadi sangat menarik dan aplikatif.


Kegiatan membaca adalah kegiatan yang kompleks, proses aktif dalam membangun makna, Inti dari membaca adalah mendapatkan pemahaman, tanpa pemahaman kegiatan membaca menjadi membosankan dan pointless. Saya jadi paham kenapa beberapa orang tidak mempunyai minat membaca, karena mereka gagal dalam memahami dan membangun makna. Berdasarkan Kemampuan membacanya, orang-orang dapat tergolong menjadi dua kategori, yaitu : good readers and bad readers.

Apa itu good readers:

  • Sebelum membaca, good readers sudah membuat tujuan. Untuk apa mereka membaca? Apa yang ingin diketahuinya? Mereka mencatat hal-hal yang penting untuk kemudian diputuskan apakah hal tersebut relevan dengan tujuannya.
  • Selama membaca, good readers membaca kata-kata dengan akurat dan cepat. Mereka bisa dengan mudah menghubungkan arti dari satu kalimat dengan kalimat lainnya. Jika mereka mengalami kebingungan, mereka berusaha menebak arti dengan background knowledge. Apa itu background knowledge? pengetahuan sebelumnya yang berasal dari pengalaman mereka.
  • Good readers mampu membuat prediksi isi dari buku bahkan sebelum mereka selesai membaca. Mereka terus menerus melakukan evaluasi terhadap prediksi mereka dan melakukan revisi jika dibutuhkan.
  • Good readers ini selective saat membaca, tidak semua kalimat dan paragraf harus mereka baca. Mereka bisa memilih kalimat dan paragraf tertentu yang harus dibaca.
  • Setelah membaca, mereka mampu merefleksikan apa yang mereka baca, mereka mampu membuat kesimpulan terhadap bacaan bahkan mancari sumber bacaan lain yang sesuai dengan tujuannya membaca.
  • Good readers saat membaca melibatkan proses metacognition. Metacognition adalah kesadaran akan bagaimana proses kognisi mereka.


Sebaliknya, apa itu bad readers:

  • Bad readers jarang sekali mempunyai tujuan saat membaca.
  •  Mereka kesulitan dalam melakukan prediksi dikarenakan kurangnya background knowledge yang dimiliki, Kesulitan menghubungkan ide dari setiap teks, dan sering tidak familiar dengan perbendaharaan kata yang mereka temui.
  • Bad readers gagal dalam merefleksikan apa yang mereka baca. Mereka tidak akan mencari informasi tambahan mengenai topik yang mereka baca.
  • Akhirnya akumulasi dari ketidakmampuannya, mereka kehilangan kepercayaan dirinya untuk membaca karena menurut mereka membaca itu sesuatu yang sulit.

Bagaimana strategi untuk melatih reading comprehension pada anak.

  1. Vocabulary (perbendaharaan kata)
    Sebelum membaca, Bersama-sama dengan anak mencari tahu terlebih dahulu arti dari kata-kata yang sulit di dalam buku bacaan, sehingga selanjutnya proses membaca akan lebih mudah. Pertanyaan yang bisa diajukan ke anak adalah : apa sinonim dari kata….?, kata yang mana yang mendeskripsikan …?
  2. Infering (menyimpulkan)
    Gunakan petunjuk di dalam teks misal gambar yang ada di buku untuk mengembangkan pemahaman. Misal: seseorang menggunakan jaket , dan sarung tangan. Menurutmu seperti apa cuaca di luar sana?
    Pertanyaan yang bisa diajukan untuk proses infering : menurutmu apa yang dirasakannya?, siapa yang menceritakan kisah ini?
    Jika kita ingin berlatih dengan anak agar mereka terampil dalam proses infering (menyimpulkan) melalui gambar, bisa dicoba dengan mengakses website ini: https://www.onceuponapicture.co.uk/
  3. Predicting (menebak/meramalkan)
    Menebak , membuat prediksi dan membuktikan kebenarannya Pertanyaan yang bisa diajukan untuk proses ini adalah: coba tutup bukumu, menurut mu apa yang akan terjadi selanjutnya, atau dari judulnya, menurut mu buku ini bercerita tentang apa?
  4. Explaining (menjelaskan)
    Pertanyaan yang bisa diajukan ke anak : menurutmu siapa karakter yang paling berani dalam cerita itu, bagaimana sudut pandang dari penulis.
  5. Retrieving (mengingat Kembali)
    Merekam kata kuncinya sehingga mudah untuk diingat Kembali.
    Pertanyaan yang bisa diajukan ke anak : siapa yang punya…? , apa yang terjadi dengan si…?
  6. Summarise (menyimpulkan)
    Menyimpulkan bacaan dengan kata-kata sendiri.
    Pertanyaan yang bisa diajukan ke anak: biskah kamu simpulkan apa yang terjadi dari awal hingga akhir cerita?, apa yang terjadi setelah….?

Salah satu website yang selalu digunakan anak-anak sekolah dasar disini untuk melatih kemampuan membaca  anak-anak didiknya adalah reading eggs. website ini pertanyaannya benar-benar menantang, melatih ketajaman   pemahaman Bahasa anak dalam menyelesaikan persoalannya.  Belajar bisa jadi hal yang menyenangkan melalui website-website tersebut, sehingga  kita bisa memodifikasi aktifitas ini sebagai family time yang sangat bermanfaat dengan anak.

Selain itu website lain yang juga bisa dijadiin acuan, antara lain:

https://www.oxfordowl.co.uk/

https://www.storynory.com/

http://www.storyonline.net/

www.lovereading.com

www.lyteracyshed.com

Referensi :https://www.readingrockets.org/article/what-research-tells-us-about-reading-comprehension-and-comprehension-instruction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: